Photog by Peter Vidani
Powered by Tumblr

"Jangan sengaja menyakiti orang lain, karena tanpa kita sadari dengan tidak sengaja pun, kita sudah sering menyakiti orang lain."

— Djoko Sungkono (via elvinadiah)

(via widyakusuma)

"Jangan Berharap dalam Diam karena terkadang seseorang tak akan tau arti DIAMMU. Katakan sebelum Harapan semakin tinggi dan akhirnya membuatmu tarjatuh lagi."

— Perempuan Kecil (via perempuanmu)

mata kaca: #SaveIqbal →

matakaca:

image

Siang tadi (21/8/12), saya bertemu dengan Bapak ini, Pak Risqie. Dia berdiri tenang di Jalan Setiabudi yang riuh dan macet. Dia memegang sesuatu di tangannya .

AMAL PEDUL M. IQBAL, Penderita Leukemia (kanker darah) Anak

Saya menghampirinya karena dia tampak tidak seperti ‘yang lainnya’. Informasinya seperti ini.

M. Iqbal adalah anak pertama dan satu-satunya bapak ini. Dan sejak 2 tahun yang lalu menderita leukemia. Dia yang awalnya pegawai sebuah perusahaan rekanan telkom akhirnya memutuskan untuk fokus merawat anaknya. Istrinya yang awalnya berjualan busana muslim di Pasar Baru, Bandung akhirnya harus merelakan kiosnya dijual demi biaya perawatan anaknya. Pengobatan yang diusahakan adalah Transplantasi Sumsum Tulang/ Bone Marror Transplantation, biayanya terbilang gila, melebihi Rp. 1 M.

Di tengah kekalutannya, akhirnya Pak Risqie ‘turun ke jalan’. M. Iqbal dalam waktu dekat akan dikemotherapi. Dia butuh biaya lebih kurang 11 juta untuk itu. Saya lihat ke dalam kotak yang dibawanya, barangkali baru sekitar 300 ribuan.

‘Saya tidak ingin kehilangan anak saya…’, katanya. Iya, siapa yang mau kehilangan anak satu-satunya?

‘Saya yakin Tuhan punya jalan…’ lanjutnya.

Inilah lelaki yang sebenarnya, menyerah kalah meskipun dia sudah lemah. Dalam upaya agar beliau tak putus asa, saya mengabari ini kepada kalian, siapapun yang membaca tulisan ini.

Mari kita bantu beliau.

Silahkan kirim bantuan teman-teman semua langsung ke rekening beliau.

BCA: 3270360610 a.n. Risqie Adjieannae Hendyansayah
MANDIRI: 1300088010478 a.n. Risqie Adjieannae Hendyansayah
BNI: 0241628098 a.n. Risqie Adjieannae Hendyansayah
BRI: 051201004899505 a.n. Risqie Adjieannae Hendyansayah
dan ini nomor telepon beliau: 088802171219

Mari sebarkan… :)

(via dustbinword)

Bi, jangan lelah untuk hadir di mimpiku yah..
walau sekedar mnyapa,
ucapkan salam..
bahkan melakukan apa yg kita sukai.
Bi, baik” yah disana..
 

"kesedihan karena orang yang kita cintai mencintai orang lain itu sangat mengerikan rasanya. tapi bukan berarti nggak ada jalan keluar untuk menjadi bahagia lagi."

— denia, dalam “dia”  (via gadishujan)

strangelanguage:

Time Lapse Images of Earth at Night Taken From the International Space Station

(Source: britneysunicorn, via belumadajudul)

Kangen ama secangkir Vanilla Late
dan buku harian masalalu kita.
:D 

just an ordinary girl: udah siang-siang dan hampir tepar (karena sudah di penghujung Mata... →

penikmatrindu:

image

udah siang-siang dan hampir tepar (karena sudah di penghujung Mata Kuliah) masiih ajja sempet-sempetnya eksis di depan kameraa .

image

mata kuliah berakhir, langsung eksis untuk berfoto kembali ….

image

kuliah sambil jualan (kata amih ii). pas banget dibayarin sama Bapake Deni Wardhana. ayo kita…

(Source: echalistiyani)

just an ordinary girl: teruntuk kamu #1 →

penikmatrindu:

teruntuk kamu, yang telah menjadi oase di tengah gurun pasir yang tandus ini…

terima kasih, untuk semua perhatian kecil kamu.
terima kasih, karena selalu menyisihkan sedikit waktu untukku walau kesibukan kamu itu tak bisa di toleransi.
terima kasih, untuk membalas message-ku walau aku setengah…

(Source: echalistiyani)

titip RINDU-ku buat dia ε(•̃⌣•̃)з

Ya Tuhan, apa yang mendera?? Sempat terfikir bahwa aku harus mengakuinya, toh tak ada yang terdzolimi dengan apa yang kurasa, karena semua manusia di dunia pasti juga merasakannya. Aku tak harus berbohong untuk sesuatu yang wajar bagi logika, ya logika kita sebagai manusia. Aku harus berani mengakuinya, rasa itu ada karena satu kata penuh makna, yaitu ‘cinta’. Ah…lega rasanya, sudah kuteriakkan dalam hati…hehe walaupun –dia- tak mendengarkannya.

Baiklah, kali ini aku berdamai dengan rasa. Ya Allah…Engkau tak hanya memberikan rasa sedih dan senang pada setiap hamba, namun Kau berikan juga semua rasa. Pelangi itu terlalu indah untuk dihapuskan, namun takkan indah jika terlukis paksa tanpa ridho dariNya. Allah..-dia- yang kau cipta, dalam pandanganku biasa saja, apa adanya, satu hal yang ku suka bagus agamanya, hmmmmm…. tapi, ada tapinya ya Allah„,’apakah demikian dalam padanganMu???’. Ah…aku tak mau menerka-nerka. Biarlah waktu yang akan menentukan arahnya dan memberi jawab sesuai kehendak Yang Kuasa.
Allah…Kau tahu sejauh mana bentuk ikhtiarku, namun…aku tak berani memastikan sejauh mana –dia- berikhtiar, karena itu semua rahasia. Allah…aku tak berani melangkah tanpa kehendakMu, tak berani memelihara rasa tanpa seizinMu, maka biarlah kusimpan sejenak atau selamanya. Allah…Kau Berkuasa atas Segala Rasa, maka satu yang ku pinta….

titip RINDU-ku buat dia ε(•̃⌣•̃)з